Makassar – PT GMTD Tbk menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Sejumlah anggota dewan mempertanyakan transparansi perusahaan, terutama terkait komposisi kepemilikan saham dan posisi direksi yang dinilai belum melibatkan putra daerah Sulsel.
Dalam rapat tersebut, salah satu legislator menegaskan bahwa Sulawesi Selatan adalah milik masyarakatnya, sehingga sudah sepatutnya perusahaan yang beroperasi dan berkembang di daerah ini memberikan ruang kepada putra-putri daerah untuk terlibat dalam jajaran direksi.
“Pilihan rakyat Sulawesi Selatan tidak satu pun yang menjadi direksi di PT GMTD. Ini perlu menjadi koreksi bersama,” ujar salah satu anggota dewan dalam forum RDP.
Anggota dewan juga menyoroti dugaan kurangnya keterbukaan perusahaan dalam menyampaikan informasi, baik terkait mekanisme pemilihan direksi maupun perubahan komposisi saham. DPRD meminta agar manajemen GMTD menyampaikan secara terbuka kepada publik dan legislatif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Kami di DPR ini bukan untuk menjadi lawan. DPR hanya memfasilitasi dan meluruskan apa yang dianggap belum lurus,” tegasnya.
Selain itu, persoalan harga diri dan keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi perhatian, khususnya warga yang memiliki lahan di kawasan pengembangan perusahaan.
Legislator menilai, keterlibatan putra daerah di jajaran strategis perusahaan akan memberi rasa memiliki dan kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Selatan.
Menanggapi hal tersebut, pimpinan rapat mengapresiasi penyampaian aspirasi yang berlangsung kondusif, terlebih dalam suasana bulan Ramadan.
Sementara itu, anggota dewan lainnya meminta penjelasan lebih detail terkait perubahan saham yang disebut berdasarkan akta notaris. Ia menekankan pentingnya pemahaman publik terhadap mekanisme perubahan kepemilikan saham agar tidak menimbulkan spekulasi.
RDP tersebut ditutup dengan permintaan agar manajemen PT GMTD memberikan klarifikasi resmi dan terbuka mengenai struktur saham serta komposisi direksi, guna menjaga transparansi dan kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan.
(Team Redaksi)












