Patroli Dialogis di Takalar, Polisi Edukasi Pelajar Cegah Pelanggaran dan Tawuran

Uncategorized5 Dilihat

TAKALAR — Upaya pencegahan pelanggaran lalu lintas dan potensi kenakalan remaja terus digencarkan aparat kepolisian.

Personel Patroli Perintis Presisi Regu III Sat Samapta Polres Takalar yang dipimpin oleh Danru Aipda Abd. Rakhman bersama lima anggota melaksanakan patroli dialogis pada Selasa, 7 April 2026.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita ini difokuskan pada pendekatan persuasif kepada kalangan pelajar.

Petugas memberikan imbauan agar siswa mematuhi aturan berlalu lintas, khususnya kewajiban menggunakan helm saat berkendara.

Selain itu, para pelajar juga diingatkan untuk tidak membolos dan segera pulang ke rumah setelah jam sekolah guna mengantisipasi potensi tawuran.

Patroli berlanjut pada pukul 10.00 Wita di kawasan Alun-alun Makkattang Daeng Sibali, Kecamatan Pattallassang. Di lokasi ini, petugas menyapa dan berdialog langsung dengan para pelajar yang tengah beraktivitas di sekitar area tersebut.

Edukasi disampaikan secara humanis, dengan harapan pesan yang diberikan dapat lebih mudah diterima.

Selanjutnya, pada pukul 10.35 Wita, patroli dialogis dilaksanakan di wilayah Sompu Raya, Kecamatan Pattallassang.

Kegiatan ini kembali menyasar pelajar yang ditemui di lapangan, dengan penekanan pada pentingnya disiplin, keselamatan berkendara, dan menjauhi perilaku negatif yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kepala Satuan Samapta Polres Takalar, AKP Ahmad Saleh, S.H., M.H., mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu strategi preventif kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

“Kami mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap kegiatan patroli. Edukasi kepada pelajar menjadi penting agar mereka memahami risiko pelanggaran lalu lintas dan dampak dari perilaku menyimpang seperti tawuran,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan aktif polisi di lapangan diharapkan mampu membangun kedekatan dengan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keamanan.

“Kami berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, dengan mematuhi aturan dan menjauhi tindakan yang dapat merugikan masa depan mereka,” kata Ahmad Saleh.

(Rusliady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *