LRT Jabodebek mencatat peningkatan 22% pengguna pada Maret 2026, dengan 2.510.352 pengguna, dan Stasiun Dukuh Atas sebagai titik keberangkatan dan tujuan utama.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek sepanjang Maret 2026. Total pengguna mencapai 2.510.352 orang, meningkat 22% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 2.056.759 pengguna.
Peningkatan ini menunjukkan peran LRT Jabodebek dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan perkotaan, sekaligus mengindikasikan efektivitas pemanfaatan transportasi publik yang lebih efisien.
“Rata-rata pengguna harian pada hari kerja (weekday) tercatat 113.490 pengguna, dan pada akhir pekan (weekend) sebesar 41.502 pengguna. Hal ini menjelaskan bahwa LRT Jabodebek dipercaya sebagai moda transportasi yang menghubungkan kawasan hunian dengan pusat aktivitas di Jabodebek,” ucap Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika.
Dari sisi pergerakan pengguna, Stasiun Dukuh Atas menjadi simpul mobilitas tertinggi, baik sebagai titik keberangkatan maupun tujuan. Dimana kawasan Stasiun Dukuh Atas memiliki peranan sebagai hub integrasi transportasi publik di Jakarta, seperti KRL, KA Bandara, MRT Jakarta, TransJakarta, dan lainnya. Adapun 5 stasiun dengan volume pengguna tertinggi selama Maret 2026 yakni :
* Dukuh Atas: 731.577 pengguna
* Harjamukti: 578.422 pengguna
* Kuningan: 440.225 pengguna
* Cikoko: 419.772 pengguna
* Pancoran: 358.149 pengguna
Tingginya volume pengguna LRT Jabodebek juga tercermin dari volume harian yang melampaui 120 ribu pengguna pada sejumlah hari di bulan Maret 2026 yang menegaskan peran LRT Jabodebek sebagai moda utama mobilitas masyarakat di kawasan Jabodebek.
Adapun volume pengguna terbanyak tercatat pada 11 Maret 2026 dengan 129.509 pengguna dalam satu hari. Selain itu, beberapa hari lain juga mencatat volume di atas 120 ribu pengguna, antara lain pada 2, 4, 5, 6, 9, 10, 12, 13, dan 30 Maret 2026.
Pada periode Maret 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, LRT Jabodebek juga memberikan fleksibilitas layanan dengan membolehkan pengguna berbuka puasa di dalam kereta maupun area stasiun pada waktu Maghrib hingga pukul 19.00 WIB. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kenyamanan pengguna tanpa mengganggu kelancaran operasional.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES
