www.wartaPolri.web.id – BATANGHARI – Di bawah langit Kabupaten Batanghari, sebuah ironi besar sedang dipertontonkan. Rekaman udara (drone) terbaru mengungkap pemandangan yang menyakitkan mata: aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tidak lagi bersembunyi di balik bayang-bayang hutan, melainkan berpesta pora secara terbuka, seolah-olah hukum telah mati suri di hadapan deru mesin penambang.
Rekaman drone ini menjadi saksi bisu betapa hukum seolah tak lagi bertaring, kehilangan taringnya tepat di lokasi yang mudah dijangkau kendaraan roda empat. Di saat aturan seharusnya tegak berdiri sebagai benteng perlindungan alam, yang terlihat justru kelumpuhan total. Aparat penegak hukum seolah membiarkan radar keadilan mereka buta, membiarkan alat berat leluasa mencabik-cabik jantung bumi Batanghari tanpa rasa takut sedikit pun terhadap jeruji besi.
Visual dari udara menunjukkan skala kerusakan yang mengerikan. Ini bukan sekadar galian, melainkan borok lingkungan yang terus melebar. Lubang-lubang raksasa menyerupai kawah maut itu telah mengubah bentang alam menjadi kubangan lumpur beracun. Vegetasi hijau yang dulu subur kini luluh lantah, digantikan oleh hamparan tanah gersang yang diperkosa demi segelintir keuntungan ilegal. Air sungai yang menjadi urat nadi kehidupan warga kini terkontaminasi pekat, menjadi bom waktu ekologis yang mengancam generasi mendatang.
Muncul pertanyaan mendasar yang menuntut jawaban nyata: Jika mata rakyat melalui drone bisa melihat kehancuran ini dengan begitu jernih, mengapa mata negara seolah tertutup rapat? Apakah hukum di Batanghari hanya tajam kepada rakyat kecil, namun tumpul dan membisu di hadapan para pemodal tambang ilegal?
Publik kini tidak butuh sekadar janji patroli yang kerap bocor atau razia yang bersifat seremonial. Rakyat menanti keberanian nyata. Siapa yang memiliki nyali untuk menyeret para perusak lingkungan ini ke meja hijau? Ataukah kita akan terus membiarkan tanah Batanghari menjadi saksi bisu atas pengkhianatan terhadap konstitusi yang terus berlangsung setiap harinya?
**(Tim)**






