Gowa — PT BASF Distributor Indonesia menggelar kegiatan sosialisasi terkait penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman padi guna meningkatkan produksi hasil panen.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pajalau, Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Selasa (10/2/2026).
Sosialisasi ini diikuti puluhan petani setempat yang antusias mengikuti pemaparan materi seputar identifikasi, pencegahan, hingga pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi.
Perwakilan PT BASF Distributor Indonesia, Faisal, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi petani agar lebih memahami jenis-jenis OPT serta teknik pengendalian yang tepat agar hasil panen dapat meningkat.
“Pada dasarnya kami ingin meningkatkan pemahaman petani terkait OPT, bagaimana cara mengidentifikasinya, teknik pengendalian yang efektif, serta dampaknya terhadap hasil panen,” ujar Faisal.
Ia juga memperkenalkan sejumlah produk unggulan BASF yang dapat digunakan dalam penanganan OPT pada tanaman padi, di antaranya Seltima untuk penanganan hama mate kacikoro, Besum untuk penyakit kresek, serta Cevya untuk mengatasi masalah gabah kotor.
Diketahui, BASF merupakan perusahaan kimia terbesar di dunia yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 1976 dan terus berkembang dengan berbagai inovasi, khususnya di sektor pertanian sejak tahun 2000.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Desa Panakkukang, Ilyas Dg Sijaya, menyambut baik kehadiran PT BASF di wilayah Pajalau. Menurutnya, sosialisasi tersebut sangat dinantikan oleh para petani.
“Kami bisa mendengar langsung berbagai tanggapan dan keluhan petani, terutama terkait penyakit penggerek batang dan kresek pada tanaman padi,” ungkapnya.
Ia menilai kehadiran BASF sangat membantu petani karena memberikan masukan sekaligus menawarkan produk yang dinilai sesuai untuk penanganan OPT di lapangan.
“Mudah-mudahan produk BASF bisa menjadi solusi yang tepat untuk penanganan OPT dan hasilnya benar-benar memuaskan bagi para petani,” pungkasnya.
(Rusliady)






